Qasr al Yahud, Lokasi Pembaptisan Yesus Kini Dibuka Untuk Umum
Baca Juga
Di lokasi ini ditemukan catatan sebuah biara yang dibangun pada tahun 400 Masehi namun kini sudah terbengkalai. Pada tahun 1930 saat Israel di bawah kekuasaan Inggris ada 7 denominasi gereja diizinkan Inggris untuk dibangun di sini yakni Kapel Fransiskan di bawah naungan Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Ethiopia, Rumania, Rusia, Suriah dan Gereja Koptik serta satu tanah milik Gereja Ortodoks Armenia yang memiliki tanah tanpa bangunan gereja. Sekitar 80 ribu orang Arab di Israel dan Palestina menganut Kristen Ortodoks dari berbagai denominasi sehingga gereja-gereja tua tersebut dan situs pembaptisan Yesus ini sangat penting.
Tahun 2011, Paus Paulus II sudah mengunjungi kawasan ini namun belum sepenuhnya terbuka untuk publik karena alasan keamanan. Area ini dulu adalah kawasan perang antara Israel dan negara-negara Arab (Yordania, Lebanon, Suriah, Mesir dan Irak) yang penuh ranjau darat sehingga butuh biaya untuk membersihkan dari ranjau darat. Ongkos untuk menanam ranjau darat hanya 10US$ tetapi untuk mengangkatnya butuh 2000US$. Situs religi ini berada di bawah perlindungan Undang-Undang Tempat Suci Israel yang ditetapkan sejak 1967 meski situs tersebut berada di wilayah Palestina. Karena ada UU tersebut, Israel sudah mengeluarkan dana sekitar 535 ribu dolar Amerika untuk mengangkat ranjau darat.
Saya sertakan foto-foto di Yardenit, yang sama-sama terletak di Sungai Yordan namun beda lokasi (Yardenit di Galilea, Israel dan Qasr al Yahud di Tepi Barat, Palestina). Yardenit inilah yang sebelumnya digunakan untuk baptisan, tahun 2012 saya dibaptis selam di Yardenit dan saya percaya meski Yardenit bukan lokasi asli pembaptisan Yesus namun yang terpenting adalah makna dari baptisan itu sendiri dan bagaimana kehidupan kita setelah dibaptis.
#situsreligiKristendiIsrael
#sejarah
#HadassahofIndonesia
Sumber FB Hadassah of Indonesia
0 Response to "Qasr al Yahud, Lokasi Pembaptisan Yesus Kini Dibuka Untuk Umum"
Post a Comment