ANAK DAN HAMBA (2)
Sunday, 30 June 2019
Edit
ANAK DAN HAMBA (2)
Banyak orang tidak bisa membedakan antara anak Allah dan hamba Allah. Tetapi…saya mengatakan: Ada 2 jenis manusia di hadapan Allah, yaitu anak dan hamba. Saya akan memberikan Anda contohnya yaitu: Daud dan Samuel.
“Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.” (Galatia 4:7)
Daud seorang raja dan berstatus anak Allah dan Samuel seorang nabi Allah. Nabi zaman dahulu disebut “pelihat” saudaraku, sebab bisa melihat hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Nabi adalah pesuruh atau hamba Allah untuk menyampaikan pesan Allah kepada manusia di bumi.
Saya katakan: Nabi itu mengurapi dan anak Allah adalah orang yang diurapi. Itulah sebabnya Allah menyuruh nabi Samuel untuk mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Ketika Samuel mengurapi Daud, maka Roh Allah di dalam diri Samuel ikut berpindah ke tubuh Daud.
“Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.” (1 Samuel 16:12-13)
Allah itu Roh yang duduk di atas tahta di sorga dan jika seorang berstatus anak Allah berdosa di bumi, maka Allah tidak perlu berbicara dari langit dan memperdengarkan suara-Nya yang mengguntur di langit. Cukup Allah memerintahkan hamba-Nya atau nabi-Nya untuk menegur anak-Nya itu. Contoh Allah mengutus nabi Natan untuk menegur dosa perzinahan Daud, anak-Nya di bumi.
“TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: "Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.” (2 Samuel 12:1)
Daud adalah manusia yang berstatus “anak Allah” di bumi. Mengapa? Sebab Daud memanggil Allah sebagai Bapanya. Jika Allah adalah Bapanya Daud, maka tentu Daud adalah anak Allah bukan ?
“Dia pun akan berseru kepada-Ku: 'Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” (Mazmur 89:27)
Allah juga mengakui Daud sebagai anak-Nya di bumi. Saya katakan: Seorang menjadi anak Allah bukan atas “pengakuan” dirinya sendiri, tetapi pengakuan yang diberikan Allah atas dirinya. Manusia bisa menjadi “hamba Tuhan” dengan belajar di sekolah atau universitas. Tetapi…untuk menjadi “anak Allah”, harus ada pengakuan dari Allah sendiri. Ini harus Anda pahami dengan benar saudaraku.
“Aku pun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.” (Mazmur 89:28)
Demikian penjelasan saya tentang perbedaan anak dan hamba di Kitab Suci. Semoga Anda semakin memahami tentang firman Allah saudaraku.
Tuhan Yesus memberkati…
