ANAK DAN HAMBA (1)
Sunday, 30 June 2019
Edit
ANAK DAN HAMBA (1)
Banyak orang sering bertanya: Kok bapak bisa ketemu Allah 3 kali dan bertemu Tuhan Yesus 5 kali? Saya tersenyum saja mendengarnya. Lalu saya menjawab: Sebab saya anak Allah dan bukan hamba Tuhan saudaraku. Saya tidak memiliki “gelar rohani” sebagai hamba Tuhan.
Mungkin Anda bertanya: Apakah beda antara anak dan hamba pak? Saya jawab: Tulisannya saja berbeda, tentu maknanya juga berbeda bukan? Firman Allah berkata: Kamu bukan lagi hamba, melainkan anak. Tentu anak berbeda dengan hamba bukan?
“Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.” (Galatia 4:7)
Saya memberi Anda ilustrasi ini: Presiden mempunyai anak dan juga menteri. Jika menteri ingin bertemu Presiden, tentu harus membuat janji dulu bukan? Jika Presiden berkenan, maka seorang menteri baru bisa bertemu Presiden. Beda dengan anak Presiden. Jika seorang anak Presiden ingin bertemu ayahnya, maka dia langsung saja ke istana dan bertemu ayahnya, tanpa protokoler dan tanpa pemeriksaan Paspamres. Anda bisa memahami ilustrasi ini saudaraku?
Seorang anak Allah mudah masuk ke sorga untuk bertemu dengan Allah. Mengapa? Sebab statusnya adalah “anak” dan bukan “hamba”. Itulah sebabnya Kitab Suci mengatakan: Anak tetap tinggal dalam rumah, tetapi hamba tidak. Kata “rumah” yang dimaksud adalah Kerajaan Sorga saudaraku.
“Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.” (Yohanes 8:35)
Seorang anak dan hamba juga berbeda dalam memanggil Allah di bumi. Anak memanggil Allah dengan sebutan: Ya Abba, Ya Bapa. Kata “Abba” adalah panggilan intim seorang anak kepada Bapanya. Jika kata "Bapa" berarti Father dalam bahasa Inggris, maka kata "Abba" berarti Daddy saudaraku. Panggilan Abba adalah panggilan sayang seorang anak Allah di bumi kepada Bapanya di sorga.
“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (Roma 8:15)
Saudaraku, banyak orang bertanya: Mengapa saya tidak menampilkan foto diri saya? Saya jawab: Karena saya anak Allah saudaraku. Manusia bangga menjadi hamba Tuhan dan ingin dikenal oleh banyak orang. Tetapi seorang anak Allah tidak menganggap statusnya sebagai "anak" adalah hal untuk dibanggakan. Mengapa? Sebab anak tetaplah anak. Apakah Anda pernah melihat seorang anak Presiden foto bersama ayahnya, lalu menampilkannya dengan tulisan: Saya anak Presiden?
Tuhan Yesus memberkati…
