HIDUP BENAR DIANGGAP SOK SUCI
Friday, 21 December 2018
Edit
Baca Juga
"Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi." Mazmur 73:13-14
Manakala kita menjalani hidup dalam kesalehan, menjaga langkah agar tidak menyimpang dari kehendak Tuhan, apakah dengan sendirinya perjalanan hidup kita akan melenggang mulus? Ternyata tidak. Terkadang yang terjadi justru sebaliknya, ketika seseorang tampil 'beda' dengan hidup menurut kehendak Tuhan (hidup saleh), justru kerapkali malah menjadi bahan tertawaan atau ejekan, dipandang sebelah mata, dijauhi dan dibilang sok rohani atau sok suci. Karena tak tahan dengan cibiran orang, tidak tahan dengan tekanan orang-orang sekitar, tidak sedikit dari kita yang menyerah dan akhirnya memilih untuk berkompromi saja dengan cara hidup dunia atau mengikuti arus yang ada.
Benarkah? "Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina." (Mazmur 73:19-20). Kemujuran orang fasik itu hanya sekejap mata, pada saatnya mereka akan menuai apa yang ditaburnya.
Apa pun situasinya biarlah kita tetap hidup dalam kebenaran, bukan karena kita sok suci, melainkan karena hidup kita telah disucikan melalui pengorbanan Kristus!