Doa Hazem Farraj “Jika Orang Yahudi adalah UmatMu, Mengapa Membunuh Bangsaku Palestina?”
Wednesday, 29 May 2019
Edit
Doa Hazem Farraj
“Jika Orang Yahudi adalah UmatMu, Mengapa Membunuh Bangsaku Palestina?”
Namanya Hazem Farraj, seorang Arab Palestina Muslim yang lahir di Amerika. Saya mendengar khotbahnya di YouTube, belum baca seluruh bukunya “Mohammed, Jesus and Me”. Pada usia 12 tahun ayahnya membawa seluruh keluarga besarnya (13 anak) ke Israel agar bisa mengenal tanah kelahiran Palestina. Keluarga ini tinggal di Beit Hanina, Yerusalem Timur.
Karena ingin mengislamkan tetangga di apartemennya, Hazem Farraj justru menjadi akrab dengan Isa dan Alene yang ternyata keluarga misionaris asal Amerika yang melayani di Ramallah, ibukota Palestina. Hamba Tuhan ini tidak bisa melihat tetapi bisa bergerak dan berjalan dengan baik tanpa pertolongan. Ia berkata kepada Hazem, “Ini karena kasih karunia TUHAN.” Bagi Hazem, sangat jarang mendengar kata “Grace of God” baik dalam bahasa Inggris atau Arab. Singkat cerita, Hazem memilih menjadi Kristen diam-diam, dilayani oleh rekan Isa bernama Steve seorang murtadin Arab Palestina. Hazem Farraj diberi Alkitab Perjanjian Baru oleh Steve.
Lalu Intifada atau Perlawanan Palestina terjadi. Korban luka dan tewas akibat bom di kalangan Yahudi menyebabkan rumah sakit penuh. Dari apartemennya ia melihat kota Yerusalem yang sedang konflik. Ayahnya memutuskan untuk membawa keluarganya kembali ke Amerika. Beberapa hari sebelum meninggalkan Israel, Hazem berdoa di kamarnya. Hazem bertanya kepada Mesias yang baru ia kenal 9 bulan lalu, “Jika orang Yahudi adalah umatmu, mengapa mereka membunuh bangsaku, orang Palestina?” Hazem menulis dalam bab II bukunya, ia lalu tidur. Ia kemudian bermimpi berada di sebuah tempat yang ia tidak pernah tahu dan dari kegelapan berjalan seorang manusia. Wajahnya seperti imam, jubahnya gabungan antara imam dan gembala. Rambutnya berwarna coklat tua, cukup panjang sebahu, tidak lurus. Bentuk wajahnya panjang dan berjanggut tebal warna hitam. Manusia ini berjalan menghampiri Hazem dan berdiri di depannya dan berkata, “Baca Yesaya 22”. Lalu manusia itu berbalik dan berjalan kembali ke arah gelap.
Hazem lalu cerita ke Isa dan Alene apa maksud dari “Baca Yesaya 22”. Ingat, Alkitab yang dikasih ke Hazem sebagai seorang Kristen baru hanya Perjanjian Baru saja sehingga Hazem buta tentang Perjanjian Lama. Hazem tidak tahu ada Nabi Yesaya di Perjanjian Lama. Hazem sadar ia berjumpa dengan Yesus dan Hazem ketika Hazem membaca Yesaya 22, ia mengaku sedang membaca sebuah koran, bukan nubuat 3000 tahun yang lalu! Di Yesaya 22 menurut Hazem, TUHAN menangis untuk umatNya di Yerusalem, TUHAN menyaksikan umatNya dihabisi. Hazem mengalami rhema, membuka matanya akan sosok TUHAN yang bisa merasakan penderitaan. Hazem menyebut TUHAN seperti Bapa yang hancur hati. Namun Hazem mendapat pengertian baru juga tentang Yesus sebagai OTORITAS yang berkuasa dari ayat Yesaya 22:22 yang tertulis: Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Ayat ini adalah tentang Yesus.
Yesaya 22:22 sama dengan Wahyu 3:7 yang tertulis demikian, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
Dari pengalaman rohani Hazem Farraj kita mendapat pengertian tentang Israel sebagai umat TUHAN yang dinyatakan kepada seorang Arab Palestina yang bertanya kepada TUHAN mengapa terjadi konflik antara Israel dan Palestina. Hanya jika Yesus sebagai Pemegang Kunci Daud Raja yang memerintah atas Yerusalem maka akan ada damai. Amin.
Puji TUHAN untuk testimoni Hazem Farraj!
#HadassahofIndonesia
#TestimoniTentangIsrael
